Warga Lohia Memikul Orang sakit Guna Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Warga Desa Lohia Sapalewa Tandu Pasien Sakit Akibat Tak Ada Akses Jalan Layak

SBB, EKSPRESMALUKU, - Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat. Rabu, 20/05/2026

Seorang warga lanjut usia bernama Balandina Tibalimeten (70) terpaksa ditandu oleh warga menuju jalan raya karena tidak tersedianya akses jalan yang layak untuk kendaraan menuju desa tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, saat korban mengalami sakit dan harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Namun, karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau wilayah desa, warga akhirnya bergotong royong mengevakuasi pasien menggunakan kain dan sebatang bambu sebagai alat tandu darurat.

Dengan penuh perjuangan, warga bahu-membahu memikul pasien menyusuri jalan setapak yang dipenuhi rumput liar, medan terjal, serta akses yang sulit dilalui. Jarak yang harus ditempuh diperkirakan sekitar 4 kilometer hingga mencapai jalan besar, tempat mobil penjemput membawa pasien menuju puskesmas terdekat di wilayah Pegunungan Taniwel.

Kondisi ini disebut bukan pertama kali terjadi. Warga mengaku persoalan keterbatasan akses jalan sudah berlangsung lama dan kerap menyulitkan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat.

Selain minimnya infrastruktur jalan, masyarakat juga menyoroti tidak adanya tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Akibatnya, saat ada kondisi darurat, warga harus berjuang sendiri mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan yang berada jauh dari permukiman.

Warga Desa Lohia Sapalewa meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga pemerintah pusat untuk segera melihat kondisi akses jalan di wilayah pedalaman Pulau Seram yang masuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pembangunan akses jalan yang memadai, menyediakan Polindes (Pondok Bersalin Desa), serta menempatkan tenaga kesehatan tetap di Desa Lohia Sapalewa agar pelayanan kesehatan bagi warga dapat berjalan maksimal dan tidak lagi mengorbankan keselamatan pasien saat kondisi darurat.(Memet).

1 Liked this post