Kursi Gratis, Tempat Tidur Berbayar Fery Hunimua Waepirit

Tempat Tidur Berbayar, Kursi Gratis: Pengguna Jasa Feri Waepirit–Hunimua Mendesak DPRD dan Pemda SBB Turun Tangan

SERAM BAGIAN BARAT, EKSPRESSIMALUKU, – Keluhan pengguna jasa penyeberangan Waepirit–Hunimua kian meluas. Setelah menyoroti kebijakan tempat tidur berbayar sementara kursi digratiskan, kini warga mendesak DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk segera turun tangan.

Menurut sejumlah penumpang, kondisi di dalam kapal kerap tidak nyaman, terutama saat jumlah penumpang meningkat. Kursi gratis yang tersedia dinilai tidak mencukupi, sehingga banyak penumpang akhirnya terpaksa memilih tempat tidur berbayar meskipun tidak direncanakan sejak awal.

“Kalau fasilitas kursi memadai, mungkin kami tidak keberatan. Tapi ini sering penuh, jadi mau tidak mau harus bayar tempat tidur,” ujar salah satu pengguna jasa yang enggan namanya di sebutkan. Rabu, 22/04/2026

Warga menilai, persoalan ini bukan sekadar soal pilihan fasilitas, tetapi menyangkut pelayanan publik yang seharusnya diawasi secara serius. Mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan di kapal, termasuk transparansi terkait fasilitas gratis dan berbayar.

Lintasan Waepirit–Hunimua yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan jalur strategis penghubung Pulau Seram dan Pulau Ambon. Aktivitas penyeberangan yang padat membuat standar pelayanan menjadi sorotan utama masyarakat.

Desakan kepada DPRD dan Pemda SBB bukan tanpa alasan. Warga berharap kedua lembaga tersebut dapat memfasilitasi dialog dengan pihak operator, serta memastikan adanya perbaikan layanan yang berpihak kepada penumpang.

“Ini jalur vital, jadi pemerintah daerah harus hadir. Jangan sampai keluhan seperti ini terus berulang tanpa solusi,” tambah warga lainnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan rutin terhadap operasional kapal, termasuk pengecekan kapasitas penumpang dan kelayakan fasilitas di dalam kapal.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil. Namun, tekanan dari masyarakat terus menguat agar persoalan ini segera ditindaklanjuti demi kenyamanan dan keselamatan bersama.(***).

1 Liked this post