Zeth Latukarlutu: Jadikan sepak bola sebagai media untuk menjaga silaturahmi dan persaudaraan.| dok: EMdesigN

Soekarno Cup U-17 Resmi Bergulir, Zeth Latukarlutu: Sepak Bola Jadi Senjata Perdamaian!

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Tengah, Zeth Latukarlutu, menegaskan bahwa Turnamen Liga Kampung U-17 Piala Soekarno Cup bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi wadah pembinaan usia dini serta memperkuat persatuan generasi muda di Maluku Tengah.

Hal itu disampaikan Zeth Latukarlutu saat memberikan sambutan pada pembukaan Liga Kampung U-17 Piala Soekarno Cup Zona III Maluku yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Polres Maluku Tengah, Kota Masohi, Sabtu, 16/05/2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut, mulai dari pemerintah daerah, ASKAB PSSI Maluku Tengah, hingga Polres Maluku Tengah yang telah menyediakan fasilitas lapangan pertandingan.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan menjadi bagian penting dalam pembinaan usia dini bagi bakat-bakat muda sepak bola di Maluku Tengah,” ujarnya.

Dijelaskan, Zona III Soekarno Cup sejatinya diperuntukkan bagi tim dari wilayah Masohi dan Seram Selatan. Namun, secara keseluruhan Kabupaten Maluku Tengah menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak dibanding zona lainnya di Maluku.

Menurutnya, dari total sekitar 75 tim yang bertanding di seluruh zona, Maluku Tengah mendominasi keikutsertaan, baik di Zona I Kota Ambon, Zona II Seram Bagian Timur, maupun Zona III di Masohi.

“Di Zona III saja terdapat 20 tim yang ikut bertanding. Ini menunjukkan antusiasme besar masyarakat dan potensi sepak bola di Maluku Tengah,” ungkapnya.

Latukarlutu juga menegaskan bahwa dipilihnya Kota Masohi sebagai lokasi pembukaan empat zona pertandingan memiliki nilai sejarah yang kuat dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

“Masohi punya sejarah tersendiri dan tidak bisa dilepaskan dari Bung Karno pada peletakan batu pertama pembangunan kota ini 3 November 1957. Karena itu sudah tepat pembukaan Soekarno Cup dilaksanakan di Kota Masohi, kota Bung Karno,” tambahnya.

Selain itu, Ia turut mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga perdamaian.

Dirinya mencontohkan kisah legenda sepak bola Pantai Gading, Didier Drogba, yang pernah menggunakan sepak bola sebagai alat perdamaian di negaranya saat konflik saudara terjadi.

“Kompetisi tetap kompetisi, tetapi semangat persatuan harus menjadi yang utama. Jadikan sepak bola sebagai media untuk menjaga silaturahmi dan persaudaraan di Maluku Tengah,” tegasnya. (Fth)