Gerakan Penanaman 300 Anakan Manggrove oleh Mahasiswa KKN REGULER UIN AMBON. 08/11/2027

Selamatkan Abrasi Pantai, 300 Anakan Mangrove Ditanam di Pulau Nusasari

MANIPA, EKSPRESIMALUKU – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan upaya mencegah abrasi pantai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon Tahun 2026 menggelar aksi penanaman 300 anakan mangrove di sepanjang pesisir Pulau Nusasari, Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Minggu (8/11/2026).

Penanaman ratusan anakan mangrove tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan kawasan pantai di wilayah kepulauan.

Program ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari tema KKN Tahun 2026, yakni “Kolaborasi Mahasiswa untuk Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Berbasis Ekoteologi yang Inovatif, Mandiri, dan Berkelanjutan.”

Kolabarasi Mahasiswa KKN-REGULASI 2026 Bersama Pemerintah BPD dan Masyarakat Luhutuban Gelar Penanama

Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove merupakan langkah positif dan memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat. 
Pemerintah Desa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan perhatian dan pemeliharaan secara bersama-sama agar seluruh anakan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Ia juga berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir semakin meningkat, mengingat Pulau Nusasari memiliki potensi wisata alam yang perlu dipelihara dan dikembangkan sebagai salah satu aset pariwisata Pulau Manipa.

Dukungan serupa juga disampaikan Wakil BPD Luhutuban, Ahmad Pelenusa. Ia menilai program penanaman 300 anakan mangrove tersebut merupakan kegiatan yang positif dan patut mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Gerakan Penanaman Anakan Magrove

Dirinya berharap penanaman mangrove dapat menjadi awal dari gerakan bersama dalam menjaga kawasan pesisir Pulau Nusasari dari ancaman abrasi sekaligus mempertahankan keindahan alamnya.

Lebih lanjut, ia berharap adanya kesinambungan antara program mahasiswa KKN dengan perhatian Pemerintah Desa, BPD, serta masyarakat, terutama dalam hal pengawasan dan pemeliharaan tanaman mangrove yang telah ditanam.

Sebab, keberhasilan program penghijauan bukan hanya diukur dari jumlah anakan yang ditanam, melainkan juga dari bagaimana tanaman tersebut dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Penyebaran Penanaman Anakan Manggrove

Lebih dari sekadar kegiatan penghijauan, aksi ini mengandung pesan edukatif bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah maupun kelompok tertentu, tetapi seluruh elemen masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon berharap 300 anakan mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir Pulau Nusasari di masa mendatang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik, Pemerintah Desa, BPD, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan terhadap perubahan kondisi alam.

Mahasiswa KKN UIN AMBON 2026

Dengan demikian, Pulau Nusasari tidak hanya dikenal karena keindahan dan potensi wisata baharinya, tetapi juga menjadi kawasan yang terus dijaga kelestarian lingkungannya demi kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Menanam mangrove hari ini berarti menjaga pesisir dari abrasi, melestarikan keindahan Pulau Nusasari, dan mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang.(MEMET).

Penaman 300 Anakan Manggrove di Pulau Nusasari