Korban pembacokan di Dusun Tanah Goyang, Keluarga Meminta Polisi Tangkap Seluruh Pelaku

Sekdus Tanah Goyang Dibacok Saat Hendak Mediasi Konflik, Keluarga Desak Polisi Tangkap Seluruh Pelaku

HUMUAL,EKSPRESSIMALUKU, -  Kasus pembacokan terhadap Sekretaris Dusun Tanah Goyang Dusun Tanah Goyang, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Rafli Bufakar, memicu desakan agar aparat kepolisian segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Rafli mengalami luka serius setelah diduga diserang sekelompok pemuda saat hendak menuju Pos Polisi Subsektor Laala untuk melaporkan sekaligus membantu proses mediasi konflik yang terjadi pasca-keributan pada  acara pesta joget di Dusun Tanah Goyang pada Sabtu, 30/05/2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian Rafli bersama Kepala Dusun Tanah Goyang Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Bloilatu, dan seorang pemuda bernama Amir Rahayaan sedang dalam perjalanan menuju Pos Polisi Subsektor Laala.

Di tengah perjalanan, mereka melihat sejumlah sepeda motor bergerak menuju Dusun Tanah Goyang.tidak lama kemudian, rombongan tersebut diduga berpapasan dengan sejumlah pemuda yang berasal dari Desa Ariate. Situasi yang awalnya bertujuan untuk penyelesaian masalah berubah menjadi insiden kekerasan yang berujung pada pembacokan terhadap Rafli.

Akibat serangan tersebut, Rafli mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dan punggung. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bakti Rahayu Ambon menggunakan speedboat untuk menjalani perawatan lanjutan.

Pada Minggu siang, tim dokter melakukan operasi terhadap korban guna menangani luka-luka yang dideritanya.

Pihak keluarga menilai peristiwa tersebut bukan sekadar perkelahian biasa. Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh dugaan keterlibatan seluruh pelaku yang berada di lokasi kejadian.

Menurut keluarga, terdapat dugaan bahwa para pelaku telah datang dengan membawa senjata tajam (parang) dari luar wilayah Dusun Tanah Goyang. Dugaan itu menjadi salah satu alasan keluarga meminta penyidik mendalami  adanya Dugaan unsur perencanaan di balik aksi kekerasan yang menimpa korban.

"Kami meminta polisi mengusut tuntas kasus ini dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat, Jangan ada satu pun yang lolos dari proses hukum," ujar salah satu anggota keluarga korban.

Keluarga menegaskan bahwa Rafli saat itu tidak sedang mencari masalah ataupun terlibat dalam aksi penyerangan. Sebaliknya, korban disebut sedang dalam perjalanan untuk membantu penyelesaian persoalan yang terjadi di tengah masyarakat melalui jalur hukum dan mediasi.

Masyarakat Dusun Tanah Goyang juga berharap aparat kepolisian bertindak cepat guna mencegah berkembangnya ketegangan antarkelompok pascakejadian tersebut. Mereka meminta proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang ada.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih diharapkan memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan, identitas para terduga pelaku, serta langkah-langkah hukum yang telah diambil dalam penanganan kasus pembacokan terhadap Rafli Bufakar.(***).

1 Liked this post