Serap Aspirasi. Aleg DPRD SBB Fraksi PDI- Perjuangan Gelar Reses di Dusun Translok Desa Piru, Kecamatan Seram Barat

Reses DPRD SBB di Dusun Translok: Serap Aspirasi, Layani Kesehatan, Wujudkan Kepedulian Nyata untuk Rakyat

PIRU,EKSPRESSIMALUKU, - Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Daerah Pemilihan (Dapil) | meliputi Seram Barat, Taniwel, dan Taniwel Timur dari Fraksi PDI Perjuangan melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang Tahun 2026 di Dusun Translok, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut dipadukan dengan pengobatan massal gratis sebagai rangkaian Bulan Bung Karno yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Reses dipimpin oleh Petronela J.M. Istia, S.Pt, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PLi Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat. Turut mendampingi Recyson Fredy Pentury, S.Sos, selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Dusun Translok yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang selama ini belum tersampaikan secara langsung kepada wakil rakyat. Selain dialog bersama masyarakat, ratusan warga juga memperoleh pelayanan pengobatan gratis yang ditangani dokter dan tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Dalam sambutannya, Petronela J.M. Istia menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung menemui konstituen, mendengar, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah. 

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat hanya menyampaikan usulan melalui pemerintah desa ataupun proposal secara perorangan. Melalui reses, seluruh aspirasi masyarakat dicatat secara resmi sebagai Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk selanjutnya diperjuangkan melalui komisi-komisi sesuai bidangnya. 

"Reses adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat. Kami berkewajiban membawa seluruh aspirasi itu ke DPRD. Namun kami juga harus menjelaskan kondisi riil kemampuan fiskal daerah sehingga masyarakat memahami bahwa setiap usulan memiliki
skala prioritas," ujarnya. 

la menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan sebagai pemilik anggaran karena kewenangan tersebut berada pada pemerintah daerah. Meski demikian, DPRD mempunyai tanggung jawab moral untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan. 

Salah satu aspirasi yang mencuat dalam dialog adalah keinginan masyarakat agar Dusun Translok dapat ditingkatkan statusnya menjadi desa definitif. 

Menanggapi hal tersebut, Petronela menjelaskan bahwa pembentukan desa harus mengikuti regulasi yang berlaku dan diawali melalui proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk kembali memperjuangkan usulan tersebut. 

"Kami meminta masyarakat mengusulkan kembali sesuai mekanisme yang berlaku. Kami akan membawa dan memperjuangkannya kembali karena kami memahami kerinduan masyarakat. Dengan niat yang baik, dedikasi yang tulus, dan komunikasi yang baik, kami percaya proses ini dapat berjalan," katanya. 

Petronela juga mengingatkan pentingnya penguatan sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. 

la mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki agar lahan-lahan kosong tidak dibiarkan terlantar. dengan PDI Perjuangan. Karena itu kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir bersama masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial maupun pelayanan kemasyarakatan," katanya. 

la menjelaskan bahwa pelayanan pengobatan gratis merupakan bentuk kepedulian sosial kader PDI Perjuangan yang dikemas bersamaan dengan pelaksanaan reses sebagai rangkaian Bulan Bung Karno. 

Menurut Fredy, kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Ketua Umum PDI Perjuangan agar setiap kegiatan reses benar-benar melibatkan masyarakat dan memberi manfaat nyata. 

"Kami membangun kolaborasi bersama Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Kesehatan, sehingga dokter, tenaga puskesmas, dan tenaga medis lainnya dapat hadir memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Ini merupakan misi kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat," ujarnya. 

Fredy juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, mengingat pelayanan kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan. 

Di sisi lain, mewakili masyarakat Dusun Translok, Cornelia Luhukay menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan gratis. 

la berharap seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dapat diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, terutama persoalan pelayanan BPJS di rumah sakit, peningkatan jalan lingkungan Dusun Translok, penanganan aktivitas galian golongan C, peningkatan status Dusun Translok menjadi desa definitif, serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya. 

"Kami berharap seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan hari ini benar-benar diperjuangkan di DPRD sehingga masyarakat dapat merasakan hasil nyata dari pelaksanaan reses ini," harapnya. 

Melalui kegiatan tersebut, PDI Perjuangan menunjukkan bahwa reses tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan pelayanan sosial secara langsung. Sinergi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat serta mempererat hubungan antara konstituen dan wakil rakyat di Kabupaten Seram Bagian Barat. (R.A)

1 Liked this post