-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
MANIPA,EKSPRESSIMALUKU, - Pulau Manipa adalah salah satu pulau yang terletak di antara Pulau Seram dan Pulau Buru. Secara geografis, pulau ini berada pada jalur strategis di perairan Maluku, namun secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.
Di pulau ini berdiri tujuh negeri yang masing-masing memiliki pemerintahan, adat istiadat, sejarah, serta karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Salah satu kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Manipa adalah semboyan "Haike Lima Henalu Aka." Semboyan ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan warisan luhur yang mengandung nilai persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan antar masyarakat tujuh negeri.
Nilai tersebut telah menjadi bingkai pemersatu yang menjaga hubungan harmonis di tengah perbedaan serta menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain dikenal dengan falsafah hidup yang kuat, masyarakat Pulau Manipa juga dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan tradisi.
Keramahan menjadi ciri khas yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Siapa pun yang datang ke Pulau Manipa akan disambut dengan sikap terbuka, penuh penghormatan, dan rasa kekeluargaan yang tinggi.
Nilai-nilai inilah yang membuat kehidupan sosial masyarakat tetap terjaga meskipun berada jauh dari pusat-pusat pembangunan.
Di balik kekayaan budaya dan nilai sosial tersebut, Pulau Manipa juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Sektor perikanan, kelautan, perkebunan, pertanian, pariwisata bahari, hingga potensi investasi lainnya menjadi aset yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hamparan pantai yang indah, perairan yang kaya akan hasil laut, serta keindahan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan kekayaan yang belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
Namun ironisnya, di tengah berbagai potensi yang dimiliki, Pulau Manipa hingga kini masih sering disebut sebagai wilayah yang terisolasi. Keterbatasan infrastruktur transportasi, akses komunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta pelayanan publik lainnya menjadi tantangan yang masih dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi ini menyebabkan laju pembangunan berjalan lebih lambat dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang memiliki akses lebih baik.
Masyarakat Pulau Manipa sesungguhnya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah, baik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, agar pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Kehadiran infrastruktur yang memadai bukan hanya akan membuka akses bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sudah saatnya Pulau Manipa tidak lagi dipandang sebagai daerah pinggiran yang tertinggal, melainkan sebagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Semangat "Haike Lima Henalu Aka" yang diwariskan para leluhur harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan Pulau Manipa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Dengan persatuan, kebersamaan, serta dukungan pembangunan yang berkelanjutan, Pulau Manipa memiliki harapan besar untuk keluar dari bayang-bayang keterisolasian dan tampil sebagai salah satu kawasan unggulan di Maluku yang mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai adat yang diwariskan oleh para leluhur.
Pulau Manipa Menanti dan Menunggu Perubahan
Sebuah Karya Lebih baik dari Seribu Kata.
Oleh: M. Sulehu