Kepala Kemenhaj Kabupaten Maluku Tengah, Rasyida Silawane. | Foto: EM

Persiapan Rampung, 47 Jamaah Haji Maluku Tengah Siap Diberangkatkan

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU, – Sebanyak 47 calon jamaah haji asal Kabupaten Maluku Tengah dipastikan siap diberangkatkan setelah seluruh tahapan persiapan rampung. Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maluku Tengah, Rasyida Silawane saat diwawancarai sejumlah media di Masohi, Kamis, 07/05/2026.

Ia menjelaskan, seluruh proses administrasi dan kesehatan jamaah telah berjalan dengan baik dan kini telah memasuki tahap akhir.

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan, paspor, visa, hingga seluruh proses lainnya sudah berjalan lancar. Saat ini kita sudah berada di tahap akhir persiapan,” ujarnya.

Silawane menambahkan, pelepasan jamaah dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.00 WIT (Jumat besok) di Islamic Center Masohi dan akan dipimpin langsung oleh Bupati Maluku Tengah. Setelah pelepasan, jamaah akan diberangkatkan menggunakan kapal cepat menuju Asrama Haji Ambon dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 14.00 WIT.

“Setibanya di Asrama Haji Ambon, jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir. Jika seluruh jamaah dinyatakan layak, maka 47 jamaah asal Maluku Tengah siap diberangkatkan ke Makassar pada hari berikutnya,” jelasnya.

Dari Makassar, jamaah hanya akan melakukan transit sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Arab Saudi.

“Di Makassar kita hanya transit dan berganti pesawat, kemudian langsung terbang menuju Jeddah,” tambah Silawane.

 

Tergabung Kloter 26 dan Dampak Regulasi Baru

Jamaah haji Maluku Tengah tahun ini tergabung dalam Kloter 26 bersama beberapa daerah lain seperti Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Buru Selatan, Buru, Maluku Tenggara, Tual, dan Kepulauan Aru.

Terkait jumlah kuota, Silawane menjelaskan adanya penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat penerapan regulasi baru dari pemerintah pusat. Sistem saat ini menggunakan daftar tunggu (waiting list) berbasis provinsi.

“Sekarang antrian disamaratakan secara nasional, dengan masa tunggu sekitar 26 tahun. Siapa yang lebih dulu mendaftar, itu yang diprioritaskan,” jelasnya.

Menurutnya, jamaah Maluku Tengah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar tahun 2016–2017. Sementara pendaftar tahun 2018 dari daerah ini sebagian besar telah diberangkatkan pada tahun sebelumnya, sehingga berdampak pada berkurangnya kuota tahun ini.

 

Fasilitas dan Harapan Jamaah

Silawane juga menyinggung harapan jamaah terkait penyediaan fasilitas penunjang, khususnya tempat singgah bagi jamaah dari daerah terpencil.

“Jamaah dari desa-desa berharap ada fasilitas asrama transit atau tempat istirahat agar mereka bisa singgah sebelum keberangkatan, sehingga kondisi mereka tetap sehat. Usulan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah dan diharapkan bisa terealisasi tahun depan,” ujarnya.

 

Data Jamaah: Lansia hingga Usia Termuda

Dari total 47 jamaah, terdapat beberapa jamaah lanjut usia (lansia) dan berkebutuhan khusus. Tercatat dua jamaah menggunakan kursi roda.

Untuk usia, jamaah tertua adalah Siti Selano (86 tahun) asal Desa Sepa, sementara jamaah termuda adalah Ahmad Ambara (25 tahun) dari Kota Masohi.

"Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, Kami dan tentunya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat," tutup Silawane. (Fth)