Darman Wance, Pengurus Permuda Muhammadiyah Seram Bagian Barat (SBB)

Pemuda Muhammadiyah SBB: Tangkap Semua Pelaku Penyerangan Aktivis PMII Rafli Bufakar

PIRU, EKSPRESSIMALUKU, - Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Polres Seram Bagian Barat segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku, Rafli Bufakar. Minggu, 07/06/2026

Desakan tersebut disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah SBB, Darman Wance, menyusul terus menguatnya perhatian publik terhadap kasus pembacokan yang menyebabkan Rafli mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis.

Menurut Darman, proses hukum tidak boleh berhenti pada pengungkapan sebagian pelaku saja. Kepolisian diminta bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

"Kami meminta Polres Seram Bagian Barat bekerja secara maksimal dan profesional dalam mengusut kasus ini. Seluruh pelaku yang terlibat harus segera ditangkap dan diproses hukum agar rasa keadilan bagi korban dan keluarganya dapat terpenuhi," tegas Darman.

Ia menilai pengungkapan kasus secara tuntas sangat penting untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Sebelumnya, dukungan terhadap pengungkapan kasus ini juga datang dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya PMII, Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), PWNU Maluku, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten SBB, GMNI, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan kemahasiswaan lainnya.

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, penyerangan diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sekitar empat hingga lima unit sepeda motor. Beberapa di antaranya disebut membawa senjata tajam jenis parang.

Keluarga korban juga menyebut salah satu terduga pelaku yang membonceng pelaku pembacokan sempat meneriakkan kalimat "bunuh yang itu" sesaat sebelum aksi kekerasan terjadi. Keterangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pendalaman penyidik dalam mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Peristiwa itu terjadi ketika Rafli Bufakar bersama Kepala Dusun Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Loilatu, dan Amir Rahayaan berangkat menuju Pos Polisi Subsektor Laala untuk melaporkan dugaan cekcok yang sebelumnya terjadi di kawasan Tanah Goyang.

Dalam perjalanan, mereka melihat sejumlah sepeda motor bergerak menuju arah Tanah Goyang dan berusaha memutar arah. Namun, kelompok yang diduga melakukan pengejaran berhasil mendekati rombongan.

Saat situasi memanas, Rafli yang dibonceng Jusmin Papalia turun dari sepeda motor. Tak lama kemudian, ia diduga menjadi sasaran penyerangan hingga mengalami luka bacok serius.
Hingga kini, publik masih menantikan perkembangan resmi dari Polres Seram Bagian Barat terkait hasil penyidikan, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan, serta langkah lanjutan untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.(**).

1 Liked this post