-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-X DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah harus berlangsung kondusif dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Hal tersebut disampaikan Umar kepada wartawan usai pembukaan Musda yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Masohi, Selasa, 21/04/2026.
Menurutnya, dinamika yang terjadi dalam tubuh Partai Golkar merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat sekaligus menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat.
“Dinamika di Golkar ini sangat luar biasa dan menjadi pembelajaran politik bagi publik, khususnya dalam melihat proses kompetisi yang terbuka,” ujarnya.
Meski demikian, Umar menekankan bahwa seluruh proses kompetisi harus tetap berjalan dalam koridor kebersamaan sebagai ciri khas Partai Golkar.
“Kompetisi itu hal biasa, tapi harus tetap dalam suasana kekeluargaan. Itu pedoman kita sebagai kader,” tegasnya.
Ia juga mengaku telah mengingatkan kepada tiga kandidat calon ketua agar menjaga kondusivitas selama Musda berlangsung, sehingga tidak menimbulkan perpecahan di internal partai.
“Saya sudah sampaikan kepada ketiga calon untuk menjaga situasi tetap kondusif. Bertanding itu untuk bersama, bukan untuk memecah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Umar juga menyinggung peristiwa hukum yang menimpa salah satu kader Golkar di Maluku Tenggara. Ia menyatakan keprihatinannya dan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Kami percaya proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
Umar berharap Musda Golkar Maluku Tengah dapat diselesaikan di tingkat kabupaten tanpa harus berlarut hingga ke tingkat provinsi maupun pusat.
“Kita upayakan Musda ini selesai di sini saja. Jangan sampai berlarut-larut seperti pengalaman sebelumnya yang bahkan sampai ke Mahkamah Partai,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan mengedepankan kepentingan bersama demi kejayaan Partai Golkar ke depan.
“Jaga kekompakan dan soliditas. Semua punya semangat yang sama untuk membesarkan Golkar, baik menuju Pemilu 2029 maupun agenda politik lainnya,” tandasnya.
Senada dengan itu, Ketua SOKSI Maluku sekaligus Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Rohalim Boy Sangadji, menilai dinamika dalam Musda merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi internal partai.
“Saya kira ini dinamis. Ada tiga kandidat dan mereka semua kader terbaik. Silakan bertanding,” ujar Boy.
Ia menegaskan, kompetisi harus tetap berada dalam semangat persatuan sesuai arahan pimpinan partai.
“Kita bertanding untuk bersanding. Artinya, kompetisi tetap dalam bingkai kebersamaan,” tegasnya.
Boy juga menekankan bahwa seluruh proses harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan partai, dengan hasil akhir ditentukan melalui perolehan suara terbanyak dalam forum Musda.
“Siapa yang mendapat suara terbanyak, itulah yang akan ditetapkan sebagai pemenang,” jelasnya.
Menurutnya, peta dukungan saat ini masih sangat dinamis dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan, termasuk potensi komunikasi politik antar kandidat.
“Perkembangannya masih dinamis. Bisa saja terjadi komunikasi atau kesepakatan. Kita lihat saja prosesnya,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan sengketa, Boy memastikan bahwa seluruh pihak berkomitmen menyelesaikan Musda di tingkat kabupaten.
“Sesuai arahan Ketua, kita upayakan semua selesai di sini saja, tidak perlu sampai ke tingkat lebih tinggi,” pungkasnya. (Fth)