Warga Manipa Bersatu, Gelar Seruan Aksi Damai Atas Tindakan Pengeroyokan Yang Menimpa Abdullah Mahu

Mahasiswa dan Warga Manipa Desak Polda Maluku Tuntaskan Kasus Abdullah Mahu

AMBON,EKSPRESSIMALUKU, - Gelombang solidaritas untuk menuntut keadilan kembali menggema di Kota Ambon. Forum mahasiswa dan masyarakat asal Pulau Manipa menyerukan aksi damai besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa Abdullah Mahu. Selasa, 19/05/2026.

Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 besok, berlokasi di depan Polda Maluku itu dipastikan akan melibatkan mahasiswa, pemuda, serta masyarakat Manipa yang berada di Kota Ambon dan sekitarnya. 

Massa yang akan nantinya menggelar aksi itu menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk perjuangan moral demi tegaknya supremasi hukum dan keadilan bagi korban.

Dalam seruan aksi yang beredar luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat, melalui Pesan Wats-Aap, peserta diarahkan berkumpul pada dua titik berbeda sebelum bergerak menuju lokasi aksi. 

Untuk jalur Poka dan Waiheru, massa diminta berkumpul pukul 07.30 WIT di bawah JMP. Sementara peserta dari jalur STAIN dan Kebun Cengkeh akan berkumpul di depan rumah korban di kawasan BTN Kanawa sebelum seluruh massa bergabung di titik utama dan bergerak menuju Mapolda Maluku.

Koordinator aksi juga telah menetapkan sejumlah nama sebagai orator utama, di antaranya Yunus Umagaf, Sahril Salamena, Ketua HMPM, Aldi Tomia, Rama Keliangin, Mansur Tomagola, hingga Usman Warang yang dijadwalkan membacakan pernyataan sikap dan tuntutan massa aksi. 

Sementara Hasan Pelu dan Wandri Makassar dipercayakan sebagai pembawa acara dalam aksi damai tersebut. Dalam pernyataannya, massa menilai kasus pengeroyokan terhadap Abdullah Mahu tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. 

Mereka mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap dan memproses seluruh pihak yang diduga terlibat sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

“Aksi ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa hukum berdiri untuk semua masyarakat tanpa pandang bulu,” demikian isi pernyataan sikap panitia aksi.

Seruan tersebut juga mengajak seluruh mahasiswa asal Pulau Manipa serta elemen masyarakat sipil lainnya untuk bersatu menyuarakan keadilan secara damai dan tertib. Massa berharap aksi solidaritas ini dapat menjadi tekanan moral agar proses hukum berjalan transparan dan tidak berlarut-larut.

Aksi damai ini akan dikawal langsung oleh Forum Solidaritas Bersama Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa sebagai bentuk komitmen perjuangan terhadap nilai keadilan, persaudaraan, dan kemanusiaan.
“Salam Mali Ite Jadi Esa.”.(Memet).

1 Liked this post