Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah menggelar perlombaan karate tahun 2026, tema “Karate untuk Harmoni, Menggapai Prestasi dalam Keberagaman.” | dok: EMdesigN

Lomba Karate Kemenag Maluku Tengah 2026, Gaungkan Harmoni dan Semangat Persatuan

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah menggelar perlombaan karate tahun 2026 dengan mengusung tema “Karate untuk Harmoni, Menggapai Prestasi dalam Keberagaman.”

Kegiatan yang digelar 15-17 Mei 2026 di Gor Nusantara Masohi ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Maluku Tengah, Ibrahim Wailissa menegaskan bahwa kegiatan lomba karate ini memiliki makna penting, tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya.

Ia juga mengaitkan momentum kegiatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang diperingati setiap 15 Mei. Menurutnya, semangat perjuangan Pattimura harus terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku.

“Semangat Kapitan Pattimura bukan hanya tentang keberanian, tetapi juga tentang persatuan rakyat Maluku dalam menjaga martabat dan kehormatan negeri,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Ibrahim Wailissa.

Lebih lanjut disampaikan, nilai-nilai seperti keberanian, solidaritas, persaudaraan, dan cinta tanah air merupakan warisan penting yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya di tengah keberagaman.

Sebagai masyarakat Maluku, filosofi hidup orang basudara ditegaskan sebagai landasan utama dalam membangun harmoni sosial. Perbedaan, menurutnya, bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan untuk saling menopang.

Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga dan merawat harmoni melalui penguatan moderasi beragama.

“Moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, tetapi menjalankan ajaran agama secara bijaksana, menghormati perbedaan, serta menolak sikap ekstrem,” lanjutnya.

Nilai-nilai dalam olahraga karate seperti disiplin, pengendalian diri, sportivitas, dan rasa hormat dinilai sejalan dengan semangat moderasi beragama. Seorang karateka sejati, lanjutnya, adalah pribadi yang menjunjung tinggi kehormatan serta mampu menciptakan kedamaian.

Para peserta lomba diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi generasi muda yang membawa pesan damai di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini selaras dengan visi pembangunan daerah, Maluku Tengah Bangkit yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, prestasi olahraga, serta penguatan harmoni sosial," tambahnya.

Melalui ajang ini, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Maluku Tengah hingga ke tingkat nasional dan internasional. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mencetak generasi yang menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, sponsor, pelatih, ofisial, hingga orang tua peserta.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun Maluku Tengah yang damai, religius, maju, dan bermartabat," tutupnya. (Fth)