Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tengah, M. Djali Talaohu. | Foto: Istimewa.

Kasus Diare di Masohi Turun, Talaohu: Utamakan Pola Hidup Bersih dan Sehat

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, M. Djali Talaohu, mengakui beberapa hari terakhir adanya peningkatan kasus diare yang terjadi. Puluhan pasien yang mayoritas anak-anak, harus mendapatkan perawatan di RSUD Masohi.

Menurut Talaohu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa lonjakan kasus tersebut dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat.

"Penyebab utama adalah lingkungan yang kurang bersih. Ini berpotensi memicu penularan penyakit, termasuk diare” jelas Talaohu yang dikonfirmasi, Selasa, 02/12/2025.

Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan laboratorium kesehatan di Ambon, dan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel tidak dilanjutkan dengan alasan peningkatan kasus mulai menunjukkan penurunan, kecuali jika ditemukan sampel lain seperti keracunan makanan atau pencemaran air.

“Tren kasusnya sudah mulai menurun, kecuali ada kejadian luar biasa yang disebabkan keracunan pangan atau kontaminasi air,” tambah Talaohu.

Dari total 58 anak yang dirawat di RSUD Masohi, sebanyak 31 pasien telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Sementara 27 anak lainnya masih menjalani perawatan medis.

“Jika kondisi pasien membaik, mereka akan segera dipulangkan,” ujarnya.

Talaohu mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah risiko penyakit serupa di kemudian hari.

“Kami berharap warga lebih menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit," pungkasnya.

Diare dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi oleh virus, bakteri, maupun parasit, gangguan pencernaan zat tertentu, alergi makanan, reaksi simpang obat, hingga penyakit lokal pada usus. Pada populasi anak balita, penyebab diare tersering adalah infeksi virus.

Gejala Diare pada Anak

- Cengeng dan gelisah

- Suhu tubuh meningkat

- Nafsu makan berkurang

- Timbul diare, tinja encer, mungkin disertai lender atau lendir darah

- Warna tinja kehijau-hijauan

- Anus dan daerah sekitar lecet karena seringnya defekasi

Pencegahan Diare

- Pemberian ASI eksklusif hingga 2 tahun

- Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur

- Minum air bersih dan matang

- Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah BAB

- Buang air besar di jamban

- Membuang tinja bayi dengan benar

Jika gejala diare tidak kunjung sembuh, segera temui dokter spesialis anak. Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik dalam menghindari kondisi ini. (Fth/*)

1 Liked this post