Ketua DPD BEM PAN SBB, Kadim A. Balado,

Kadim Balado Tepis Isu Ketua TP-PKK Ambil Alih Peran Wabup: Tidak Berdasar dan Berlebihan

PIRU,EKSPRESSIMALUKU, -  Kader PAN Seram Bagian Barat (SBB) sekaligus Formatur Ketua DPD BM PAN SBB, Kadim A. Balado, membantah keras pemberitaan salah satu media lokal yang menilai kehadiran Ketua TP-PKK SBB telah mengambil alih peran Wakil Bupati. Ia menegaskan, anggapan tersebut tidak berdasar dan cenderung berlebihan.

Pernyataan itu disampaikan Kadim melalui rilis WhatsApp, Kamis (16/4/2026). Ia menilai, narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut berpotensi menyesatkan publik serta mengganggu tatanan kerja pembangunan daerah jika tidak segera diluruskan.

“Ini pemberitaan miring yang bisa mengganggu proses pembangunan ke depan. Kita harus cerdas melihat keaktifan beliau secara objektif, bukan dengan asumsi yang berlebihan,” tegas Kadim.

Menurutnya, kehadiran Ketua TP-PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, merupakan bagian dari dukungan terhadap program pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penguatan sektor UMKM berbasis kemandirian lokal.

Kadim menjelaskan, peran Ketua TP-PKK justru memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Selain sebagai motivator, kehadiran tersebut juga dinilai mampu menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Keberadaan beliau meningkatkan kepercayaan diri perempuan, mempererat silaturahmi, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, keaktifan Ketua TP-PKK merupakan simbol kesetaraan gender dan bentuk nyata apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah. Hal ini dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan peran perempuan di berbagai sektor.

Kadim berharap seluruh pihak dapat berkontribusi secara positif dalam pembangunan daerah, termasuk dengan menyampaikan informasi yang akurat dan mencerahkan kepada publik. Ia mengingatkan agar tidak memunculkan polemik yang justru berpotensi menghambat kemajuan Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Semua elemen harus menjaga kondusivitas. Mari kita fokus pada kerja-kerja pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya.(***).

1 Liked this post