Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, hadiri Tradisi Pukul Sapu di Negeri Latu Hausihu Morella.| Foto: istimewa

Dari Luka ke Persaudaraan: Filosofi Kuat di Balik Tradisi Pukul Sapu Lidi Morella

LEIHITU,EKSPRESSIMALUKU,- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya daerah, salah satunya melalui Tradisi Pukul Sapu Lidi Negeri Latu Hausihu Morella.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, saat menghadiri kegiatan Pukul Sapu Lidi yang berlangsung di Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, pada Sabtu, 28/03/2026.

Dalam sambutannya, Zulkarnain menegaskan bahwa Tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar atraksi fisik, melainkan warisan budaya yang sarat makna filosofis.

“Tradisi ini tidak sekadar menampilkan atraksi fisik, tetapi mengandung pesan tentang keberanian, sportivitas, keteguhan hati, serta semangat persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap tradisi adat yang hidup di negeri-negeri adat merupakan kekuatan sosial yang berperan penting dalam menjaga harmoni masyarakat. Oleh karena itu, tradisi tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam melestarikan adat istiadat menunjukkan bahwa identitas budaya tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama.

“Olehnya itu, Tradisi Pukul Sapu Lidi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga perlu terus diperkenalkan sebagai kekayaan budaya daerah yang menjadi kebanggaan Maluku Tengah,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan filosofis yang terkandung dalam simbol sapu lidi, yakni kekuatan yang lahir dari kebersamaan.

“Kekuatan sapu lidi bukan terletak pada satu orang, tetapi pada kebersamaan yang disatukan oleh adat dan persaudaraan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi tersebut, yang diuji bukan hanya ketahanan fisik, tetapi juga ketulusan hati untuk tetap menjaga persaudaraan meski terdapat perbedaan.

Mengakhiri sambutannya, Zulkarnain berharap momentum Tradisi Pukul Sapu Lidi dapat semakin memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, serta terus merawat budaya sebagai jati diri masyarakat Maluku Tengah.(**)