-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Maluku Tengah menggelar kegiatan Baitul Arqam selama tiga hari, 12 hingga 14 Juni 2026, di Perguruan Muhammadiyah Masohi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ideologi, spiritualitas, dan kaderisasi Muhammadiyah di Kabupaten Maluku Tengah.
Sebanyak 71 peserta yang berasal dari berbagai sekolah Muhammadiyah, organisasi otonom, majelis, takmir masjid, serta unsur persyarikatan Muhammadiyah mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Ideologi Kader Unggul dan Berkemajuan”.
Ketua Panitia, Asmara Wasahua, menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan program kaderisasi yang bertujuan memperkuat pemahaman peserta terhadap Islam dan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid.
Menurutnya, Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang mengemban misi amar makruf nahi mungkar untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“Sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah mengajak umat manusia kepada kebaikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari kemungkaran agar kehidupan manusia memperoleh keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan di dunia maupun akhirat,” ujar Wasahua pada pembukaan Baitul Arqam di Masohi, Jumat, 12/06/2026.
Ia menambahkan, seluruh warga Muhammadiyah, pengelola amal usaha, maupun kader-kader muda harus memahami hakikat Muhammadiyah dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui Baitul Arqam ini lahir kader-kader Muhammadiyah yang memiliki integritas, kompetensi, komitmen ideologis yang kuat, serta mampu menjadi motor penggerak persyarikatan dan masyarakat,” katanya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Maluku Tengah, Irhamdi Achmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan forum strategis untuk membentuk karakter kader dan memperkuat ideologi Muhammadiyah.
“Atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Maluku Tengah, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Irhamdi menjelaskan bahwa tema “Ideologi Kader Unggul dan Berkemajuan” sangat relevan dengan kondisi saat ini di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, ideologi Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman hidup yang menuntun umat untuk memahami Islam secara murni, moderat, mencerdaskan, dan berkemajuan.
“Kader Muhammadiyah harus memiliki akhlak yang kuat, ilmu yang luas, disiplin organisasi, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kader unggul bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu memimpin, menjaga amanah, memahami persoalan umat, dan menghadirkan solusi,” tegasnya.
Irhamdi juga mengajak seluruh cabang dan ranting Muhammadiyah di Maluku Tengah untuk terus memperkuat gerakan dakwah, kaderisasi, dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Sunari, menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan jantung kaderisasi Muhammadiyah yang berfungsi sebagai sarana pemurnian akidah, penguatan ideologi, dan penyatuan visi gerakan.
“Kalau orang Jawa menyebutnya kawah candradimuka. Di sinilah kader Muhammadiyah ditempa, dimurnikan akidahnya, diluruskan ideologinya, dan disatukan persepsinya untuk mencapai cita-cita besar Muhammadiyah,” kata Sunari.
Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan karena kader Muhammadiyah saat ini menghadapi tantangan besar berupa disrupsi digital, krisis moral, hingga polarisasi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Sunari, kader Muhammadiyah harus memiliki tiga karakter utama, yakni kuat spiritualitasnya, luas ilmunya, dan nyata amalnya.
“Kader Muhammadiyah harus memiliki ketahanan ideologi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan zaman. Mereka juga harus terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan mampu menghadirkan amal nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sunari menambahkan bahwa semangat dakwah dan pengabdian yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, harus terus diterjemahkan dalam bentuk amal usaha yang memberikan manfaat langsung bagi umat, seperti pendidikan, kesehatan, panti asuhan, dan berbagai program sosial lainnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, Muhammadiyah Maluku Tengah berharap lahir kader-kader unggul yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat, wawasan keislaman dan kebangsaan yang luas, serta mampu menjadi pelopor dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat.
Selain memperkuat kualitas kader, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum mempererat konsolidasi organisasi Muhammadiyah hingga ke tingkat cabang dan ranting, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkemajuan, berkeadilan, dan sejahtera.Berita ini sudah disusun dalam format berita online lengkap dengan alur pembukaan, isi, kutipan tiga narasumber, dan penutup yang layak untuk publikasi media. (Fth)