Forum Dekan (FORDEK) Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).| Foto: EM/IA

Ambon Jadi Magnet Nasional, FORDEK PTKIN Perdana Digelar dengan Antusiasme Tinggi

AMBON,EKSPRESSIMALUKU,- Kota Ambon kembali menegaskan posisinya sebagai tuan rumah kegiatan nasional dengan sukses menyelenggarakan Forum Dekan (FORDEK) Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Momentum ini menjadi istimewa karena merupakan kali pertama perguruan tinggi Islam di Ambon dipercaya menggelar forum tersebut sejak beralih status dari IAIN menjadi universitas.

Puluhan peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, memadati Kota Ambon. Tercatat sebanyak 67 peserta hadir, bahkan sebagian masih terus berdatangan hingga hari kedua kegiatan.

Tingginya partisipasi ini menjadi perhatian tersendiri di tengah tantangan efisiensi anggaran serta mahalnya biaya perjalanan. Rangkaian kegiatan diawali dengan gala dinner bersama Wali Kota Ambon pada Minggu malam, 26/04/2026.

Dalam kesempatan itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Ambon sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa kehadiran FORDEK tidak hanya berdampak pada penguatan akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkenalkan Ambon di tingkat nasional.

“Ambon selalu terbuka untuk kegiatan-kegiatan nasional. Kami ingin memastikan setiap tamu yang datang merasakan kenyamanan dan keramahan khas masyarakat Maluku,” ujar Wattimena.

Selanjutnya, forum diisi dengan sejumlah pembahasan strategis, termasuk perubahan nomenklatur program studi serta penguatan kurikulum di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN.

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum hukum melalui konsep “kurikulum cinta”. Pendekatan ini mendorong pengembangan pendidikan hukum yang tidak hanya berbasis fakta, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rektor UIN Ambon, Abidin Wakano, menilai penyelenggaraan FORDEK menjadi tonggak penting bagi penguatan peran kampus di kawasan timur Indonesia. Ia menyebut, forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antar perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Ini adalah langkah besar bagi UIN AMSA Ambon untuk terlibat aktif dalam percaturan akademik nasional. Kami berharap hasil forum ini mampu memperkuat kualitas pendidikan hukum Islam yang lebih adaptif dan berdaya saing,” tutur Wakano.

Selain itu, seminar nasional turut digelar dengan mengangkat tema peran perempuan dalam dunia hukum. Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik melalui pembelajaran maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

FORDEK dijadwalkan berlangsung hingga Rabu, dengan sejumlah agenda lanjutan sebelum penutupan resmi. Ke depan, forum ini direncanakan digelar dua kali dalam setahun, sementara penentuan lokasi penyelenggaraan berikutnya masih dalam tahap pembahasan.

Pelaksanaan FORDEK di Ambon menuai apresiasi dari para peserta. Selain kualitas materi yang dibahas, keramahan masyarakat setempat menjadi pengalaman berkesan. Panitia bahkan memberikan pelayanan maksimal dengan menjemput peserta langsung dari bandara, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. FORDEK diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ajang promosi positif bagi Ambon di kancah nasional. (IA.ATT)