Wakil Bupati Maluku Tengah Hadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi Tahun 2026. | Foto: istimewa

Wakil Bupati Maluku Tengah Hadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi Tahun 2026

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, bersama istri yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku, Maureen Vivian Haumahu, menghadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Masohi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Gereja Mahanaim Masohi, Minggu, 22/02/2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya persidangan jemaat tersebut. Ia menilai forum ini memiliki signifikansi strategis, tidak hanya sebagai mekanisme evaluasi dan konsolidasi pelayanan gereja, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama dalam merumuskan arah penatalayanan organisasi ke depan.

Menurutnya, persidangan jemaat merupakan manifestasi praktik demokrasi beriman yang memberi ruang partisipasi, dialog, dan pengambilan keputusan secara kolektif.

Oleh karena itu, forum ini tidak dapat dipahami semata sebagai agenda internal kelembagaan, melainkan sebagai wahana kolaboratif yang berkontribusi terhadap penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Kehadiran pemerintah dalam forum tertinggi jemaat ini menegaskan pentingnya sinergi antara gereja dan pemerintah dalam membangun ketahanan sosial, serta merumuskan program pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” ujar Lawalata.

Ia juga mengemukakan bahwa dinamika ekonomi global dan nasional dewasa ini turut memengaruhi kondisi sosial-ekonomi masyarakat di daerah. Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam memperkuat fondasi moral, sosial, dan spiritual masyarakat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

Wakil Bupati berharap persidangan ini menghasilkan keputusan-keputusan yang responsif terhadap tantangan zaman, termasuk penguatan aspek ekonomi, sosial, dan moral masyarakat.

Ia meyakini bahwa melalui proses musyawarah yang dilandasi nilai-nilai iman, Jemaat GPM Masohi akan mampu merumuskan kebijakan pelayanan yang konstruktif dan berkelanjutan.

Sebagai alumni Universitas Trisakti, Lawalata juga mengimbau seluruh warga jemaat untuk terus memelihara semangat persaudaraan, toleransi, dan kehidupan yang damai di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menekankan pentingnya menjadikan gereja sebagai ruang pelayanan yang inklusif, yang tidak hanya membina pertumbuhan iman jemaat, tetapi juga tanggap terhadap perkembangan sosial dan kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para pelayan dan umat Jemaat GPM Masohi yang secara konsisten menopang pelayanan gereja di tengah berbagai keterbatasan, serta senantiasa mendoakan pemerintah dan masyarakat Maluku Tengah. (**)