-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
LEIHITUBARAT,EKSPRESSIMALUKU,- Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan 7 Syawal atau “Pukana” yang digelar di Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat, 27/03/2026.
Perayaan tradisi turun-temurun ini dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama Wakil Bupati Mario Lawalata, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk terus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.
“Perayaan 7 Syawal ‘Pukana’ ini merupakan warisan budaya luhur yang harus kita jaga bersama. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kuatnya semangat hidup orang basudara di Maluku Tengah,” ujarnya.
Ia menegaskan, tradisi Pukana tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal jati diri, menghargai adat istiadat, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Dalam rangkaian perayaan tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai atraksi budaya, mulai dari silat, silat pedang, seni budaya Islam, hingga pertunjukan adat yang menggambarkan keberanian, ketangkasan, dan nilai spiritual masyarakat Larike.
Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk terus mendukung kegiatan adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya identitas budaya dan kokohnya persaudaraan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap tradisi Pukana dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan persatuan tetap terjaga.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
“Tradisi boleh diwariskan oleh leluhur, tetapi persaudaraan harus terus dirawat oleh generasi hari ini. Pukana adalah jembatan hati yang menyatukan kita semua,” pungkasnya.
Perayaan berlangsung meriah dan penuh khidmat, menjadi momentum mempererat hubungan antarwarga serta menjaga keharmonisan sosial di wilayah Maluku Tengah. (M-06)





