SULTANA SAANUN

REPRESENTASI BENCANA BANJIR DALAM TEKS BERITA ONLINE: KAJIAN WACANA KRITIS UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Oleh: SULTANA SAANUN

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sari Mutiara
Email: Sultanasuljulsultanasuljul@gmail.com

ABSTRAK

Bencana banjir merupakan peristiwa alam yang kerap terjadi di Indonesia dan banyak diberitakan oleh media massa daring. Pemberitaan banjir tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara pandang masyarakat terhadap bencana dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi bencana banjir dalam teks berita online serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Sumber data berupa teks berita banjir yang dipublikasikan di media online nasional.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis wacana kritis Fairclough yang meliputi analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita banjir cenderung merepresentasikan pemerintah sebagai aktor utama dan masyarakat sebagai korban pasif. Temuan ini relevan dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi kritis mahasiswa.
Kata kunci: banjir, teks berita, analisis wacana kritis, pembelajaran Bahasa Indonesia

ABSTRACT


Flood disasters are events that frequently occur in Indonesia and are widely reported by national online media. Flood reporting does not merely convey information but also shapes public perspectives on disasters and the actors involved. This study aims to describe the representation of flood disasters in online news texts and examine their relevance as learning materials for Indonesian language instruction for students of Indonesian Language and Literature Education. This research employs a qualitative method using a critical discourse analysis approach. The data consist of flood-related news texts obtained from Kompas.com, Detik.com, and Tribunnews.com. Data were collected through documentation techniques, while data analysis was conducted using Fairclough’s critical discourse analysis model, which includes text analysis, discursive practice, and social practice. The results indicate that flood news texts tend to represent floods as unavoidable natural disasters, position the government as the dominant actor, and portray the community as passive victims. These findings are relevant for enhancing students’ critical literacy skills in Indonesian language learning.
Keywords: flood, news texts, critical discourse analysis, Indonesian language learning

PENDAHULUAN


Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Peristiwa banjir menjadi isu yang mendapat perhatian luas dari media massa, khususnya media daring, yang berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Bahasa yang digunakan media dalam memberitakan banjir tidak bersifat netral sepenuhnya.
Menurut Fairclough (1995), bahasa dalam media massa merefleksikan ideologi dan kepentingan tertentu. Oleh karena itu, teks berita banjir menarik untuk dikaji melalui pendekatan analisis wacana kritis guna mengungkap makna tersirat dan representasi sosial yang dibangun. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, kajian teks berita banjir relevan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan analisis teks, literasi kritis, serta kepekaan terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi bencana banjir dalam teks berita online dan menjelaskan relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

LANDASAN TEORI

Teks Berita
Teks berita merupakan teks faktual yang berisi informasi aktual mengenai peristiwa yang terjadi di masyarakat. Menurut Chaer (2012), teks berita disusun secara objektif dengan memperhatikan unsur 5W+1H. Namun, pemilihan diksi dan sudut pandang wartawan dapat memengaruhi cara peristiwa direpresentasikan.
Analisis Wacana Kritis
Analisis wacana kritis adalah pendekatan yang mengkaji hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi. Fairclough (1995) menyatakan bahwa analisis wacana kritis mencakup tiga dimensi, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap kepentingan dan ideologi yang tersembunyi dalam teks.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Isu Lingkungan
Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikaitkan dengan isu-isu lingkungan untuk meningkatkan kesadaran ekologis peserta didik. Menurut Keraf (2010), pendidikan lingkungan hidup penting ditanamkan melalui berbagai mata pelajaran, termasuk bahasa, agar peserta didik memiliki sikap kritis dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

METODE PENELITIAN


Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa teks berita online tentang bencana banjir yang dipublikasikan oleh media daring nasional, yaitu Kompas.com, Detik.com, dan Tribunnews.com. Pemilihan ketiga media tersebut didasarkan pada tingkat keterbacaan, jangkauan pembaca yang luas, serta konsistensi pemberitaan isu banjir.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara mengumpulkan, membaca, dan menyeleksi teks berita banjir yang terbit pada periode tertentu. Teknik analisis data menggunakan model analisis wacana kritis Fairclough yang meliputi analisis teks (pilihan kata dan struktur kalimat), praktik wacana (proses produksi dan konsumsi teks), serta praktik sosial (konteks sosial dan ideologis yang melatarbelakangi teks).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Representasi Banjir dalam Teks Berita
Hasil analisis terhadap teks berita banjir di Kompas.com, dan Detik.com, menunjukkan bahwa banjir direpresentasikan sebagai bencana alam yang tidak terelakkan. Media lebih menekankan dampak banjir, seperti kerugian materi dan penderitaan masyarakat, dibandingkan dengan faktor penyebab struktural.
Hal tersebut dapat dilihat dari kutipan berita berikut.
Kutipan berita Kompas.com:
"Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi dan aktivitas masyarakat lumpuh total."
Kutipan tersebut menekankan dampak banjir terhadap masyarakat tanpa menguraikan secara mendalam penyebab struktural terjadinya banjir.
Kutipan berita Detik.com:
"Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari membuat beberapa kawasan terendam banjir hingga setinggi satu meter."
Detik.com cenderung menampilkan gaya bahasa lugas dan langsung dengan fokus pada kronologi peristiwa banjir.
Berdasarkan analisis terhadap teks berita banjir yang dipublikasikan oleh Kompas.com, Detik.com, dan Tribunnews.com, ditemukan bahwa banjir secara dominan direpresentasikan sebagai bencana alam yang bersifat tiba-tiba dan tidak terelakkan. Media cenderung menekankan aspek alamiah seperti curah hujan tinggi, luapan sungai, dan kondisi cuaca ekstrem sebagai penyebab utama banjir.
Representasi tersebut dapat dilihat dari penggunaan diksi yang menonjolkan faktor alam, misalnya pada pemberitaan Detik.com yang menyatakan bahwa hujan deras sejak dini hari menyebabkan kawasan tertentu terendam banjir. Kompas.com juga kerap menampilkan narasi yang menekankan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat dan fasilitas umum, seperti lumpuhnya transportasi dan terhambatnya kegiatan ekonomi. Sementara itu, Tribunnews.com lebih banyak mengangkat penderitaan warga terdampak banjir melalui sudut pandang human interest.
Secara struktural, ketiga media cenderung menempatkan informasi mengenai dampak banjir pada bagian awal teks berita (lead), sedangkan penjelasan mengenai penyebab jangka panjang, seperti alih fungsi lahan, sistem drainase, dan kebijakan tata kota, ditempatkan secara minimal atau bahkan dihilangkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa representasi banjir dalam teks berita online lebih diarahkan pada peristiwa alam daripada sebagai persoalan lingkungan dan sosial yang bersifat struktural. Dalam perspektif analisis wacana kritis Fairclough, pilihan bahasa dan struktur teks tersebut mencerminkan praktik wacana yang berpotensi membentuk pemahaman pembaca bahwa banjir merupakan kejadian alamiah yang sulit dihindari.
Penekanan pada faktor alam secara tidak langsung mengaburkan peran manusia dan kebijakan publik dalam terjadinya banjir. Padahal, sebagaimana dikemukakan oleh Keraf (2010), kerusakan lingkungan dan bencana ekologis sering kali merupakan hasil dari aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan. Dengan demikian, representasi banjir sebagai semata-mata bencana alam dapat mengurangi kesadaran kritis masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan tata ruang.
Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, temuan ini memiliki relevansi pedagogis. Mahasiswa dapat diajak untuk mengkritisi pilihan diksi, struktur teks, dan sudut pandang media dalam memberitakan banjir. Melalui kegiatan analisis teks berita, mahasiswa tidak hanya belajar memahami struktur teks berita, tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi kritis untuk mengungkap ideologi dan kepentingan yang tersembunyi di balik penggunaan bahasa media.
Representasi Aktor Sosial
Pemerintah sering direpresentasikan sebagai pihak yang bertindak melalui pemberian bantuan, sedangkan masyarakat digambarkan sebagai korban pasif. Representasi ini menunjukkan adanya relasi kuasa dalam teks berita yang memengaruhi cara pembaca memahami peristiwa banjir.
Relevansi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Teks berita banjir dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk melatih kemampuan membaca kritis mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mahasiswa dapat diajak menganalisis struktur teks, pilihan bahasa, serta ideologi yang terkandung di dalamnya.

KESIMPULAN


Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teks berita online merepresentasikan banjir sebagai bencana alam dengan menempatkan pemerintah sebagai aktor dominan dan masyarakat sebagai korban. Kajian ini relevan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai sarana pengembangan literasi kritis dan pemahaman analisis wacana. Pemanfaatan teks berita banjir dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kesadaran linguistik dan ekologis mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Chaer, A. (2012). Bahasa Jurnalistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis. London: Longman.
Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.
https://news.detik.com/berita/d-7805703/banjir-jakarta-meluas-77-rt-terendam-banjir-ada-yang-capai-5-meter/amp?utm_source=chatgpt.com
https://kilasdaerah.kompas.com/dki-jakarta/read/2025/07/11/15572061/banjir.jakarta.perlu.penanganan.menyeluruh.dan.kolaborasi.lintas.daerah?utm_source=chatgpt.com

1 Liked this post