-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
PIRU, EKSPRESSIMALUKU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat arah kebijakan pendidikan melalui Lokakarya Refleksi dan Diseminasi Data Hasil Baseline Tahun 2026 yang digelar di Hotel The Mitra Palace, Piru, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBB mewakili Bupati SBB. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa data baseline menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Menurutnya, data yang dipaparkan bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran faktual kondisi pendidikan di daerah yang harus dijadikan dasar dalam menyusun intervensi program.
“Data hasil baseline yang kita refleksikan hari ini merupakan potret nyata kondisi pendidikan di Seram Bagian Barat. Ini menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan dan intervensi yang benar - benar menjawab kebutuhan sekolah dan peserta didik,” ujarnya.
Sekda menjelaskan, lokakarya ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kebijakan dan praktik pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy).
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyusun langkah konkret dalam meningkatkan mutu pembelajaran, terutama pada penguatan literasi dan numerasi siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ia menekankan pentingnya diskusi terbuka dan kolaboratif guna menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan terukur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten SBB dan Program INOVASI Fase 3, yang berfokus pada penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berbasis bukti.
Selain membahas peningkatan kecakapan dasar siswa, forum ini juga menyoroti isu Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta tantangan perubahan iklim. Hal tersebut dinilai penting agar kebijakan pendidikan di SBB semakin responsif terhadap dinamika sosial dan tantangan global.
Lokakarya turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten SBB Djafar Tuny, Tim District Officer INOVASI Fase 3 Provinsi Maluku Threysey Kyissya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB Shuhna Umayah, perwakilan Bappeda dan BPKAD, pengawas sekolah, koordinator wilayah pendidikan, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pendidikan lainnya.
Sekda berharap hasil lokakarya dapat menjadi dasar perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah.
“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, kita optimistis pendidikan di Seram Bagian Barat akan terus bergerak ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menegaskan keseriusannya dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan serta memastikan setiap anak memperoleh kecakapan dasar yang memadai sebagai bekal menghadapi masa depan. (Memet).





