Ketua Panitia Muscab PKB Hanafi

Muscab PKB SBB, Siap Rebut Kursi Ketua DPC

PIRU,EKSPRESSIMALUKU, - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk merebut kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) nantinya lewat seleksi ketat. 

Mucab kali ini, akan digelar di Hotel Mitra Palace Kota Piru pada tanggal 11 April 2026, dan bakal ada beberapa nama yang akan muncul sebagai bakal calon Ketua DPC PKB SBB saat Muscab nantinya. 

Ketua Panitia Muscab PKB SBB Hanafi kepada media ini, kamis 09/04/2026 mengatakan, tujuan utama Muscab PKB SBB adalah memperkuat soliditas internal partai, menentukan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan, serta melakukan regenerasi kepemimpinan. 

Muscab juga berfungsi merumuskan program kerja yang pro-rakyat, ungkap Hanafi, juga meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, dan mempererat kebersamaan antar kader. Selain itu juga, mempererat persatuan dan kesolidan pengurus dan kader di tingkat kabupaten, memilih struktur pengurus DPC PKB yang baru untuk periode mendatang, merumuskan garis-garis besar kebijakan partai yang sesuai dengan dinamika politik di daerah.

"Muscab ini juga, yang paling utama untuk menentukan pimpinan baru dan hal ini bagian tidak terpisahkan dari agenda rutin partai lima tahunan dalam menentukan arah kepemimpinan partai kedepan," tegasnya. 

Ditambahkan, proses Muscab kali ini akan berjalan sesuai yang diagendakan dan pastinya berjalan dengan baik dan lancar demi mencerminkan dinamika demokrasi internal partai yang sehat.

Ia menegaskan, kader PKB yang akan maju pada Muscab nanti untuk bertarung akan disepakati dahulu bukanlah hasil penunjukan, melainkan usulan dari peserta Muscab yang kemudian disepakati bersama untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan.

“Bakal calon nantinya, akan mengikuti dua tahap fit and proper test sebagai bagian dari proses penjaringan kepemimpinan PKB SBB ke depan,” ujarnya.

Ditegaskan, tahap pertama berupa uji kapasitas dan kemampuan akademik, termasuk tes psikologi. Selanjutnya, tahap kedua adalah wawancara untuk menggali lebih dalam terkait rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen terhadap kaderisasi dan penguatan partai.

Menurut Hanafi, penilaian tidak hanya berbasis kemampuan akademik, tetapi juga mempertimbangkan track record, pengalaman organisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan politik yang terus berkembang, termasuk penguasaan strategi komunikasi melalui media sosial.

Ia juga menekankan, pentingnya transformasi kader PKB dalam merespons perubahan zaman, terutama dalam menjangkau pemilih pemula yang jumlahnya semakin dominan. Oleh karena itu, penguatan tim media dan strategi komunikasi digital menjadi bagian penting dalam program kerja yang akan disepakati dalam Muscab. (**)