-
Discover
-
Spotlight
- Explore People
Ekpresi Maluku 2026
Osaka, Jepang,EkspressiMaluku - Kabar baik datang dari Osaka. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. (Tiongkok) dan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) untuk memulai studi kelayakan awal (Pre-Feasibility Study) proyek Maluku Integrated Port (MIP) di Waisarisa, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia.
“Ini langkah nyata menuju Maluku sebagai simpul maritim nasional. Kami ingin proyek ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” Ungkap Gubernur Hendrik Lewerissa di Osaka. Sementara itu Bupati Asri Arman menjelaskan bahwa , Pemkab SBB siap mendukung penuh tahap pra-kelayakan hingga pelaksanaan proyek. “Waisarisa akan menjadi pintu gerbang ekonomi baru. Kami ingin masyarakat ikut merasakan dampaknya,” katanya. Proyek strategis ini digadang-gadang bakal menjadi pusat logistik terpadu di kawasan timur Indonesia, menghubungkan distribusi barang dari Maluku ke berbagai wilayah nusantara. Studi pra-kelayakan akan mencakup aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan sebagai dasar penyusunan desain pelabuhan.
MIP juga diarahkan menjadi bagian dari Rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025–2029, dengan tujuan memperkuat konektivitas antar-pulau, menekan biaya logistik, serta membuka lapangan kerja baru di wilayah Maluku.
Pemilihan Waisarisa sebagai lokasi proyek bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki posisi strategis di jalur pelayaran Seram-Ambon serta didukung infrastruktur dasar yang memadai. Pemerintah juga menyiapkan kajian dampak lingkungan dan sosial (AMDAL) untuk memastikan proyek berjalan berkelanjutan.
Pihak Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. dan PT IMJ menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan studi kelayakan secara profesional sesuai standar internasional. “Maluku harus menjadi pemain utama di jalur logistik nasional. Ini momentum menuju masa depan ekonomi biru,” Ungkap Gubernur Lewerissa.(*)





