Lapas Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, mempercepat pembangunan dapur SPPG.| Foto: Istimewa

Lapas Kelas III Wahai Kebut Pembangunan Dapur MBG, Target Operasi Pertengahan 2026

WAHAI,EKSPRRESSIMALUKU,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan guna memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan dalam program MBG, yang masuk dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

“Februari dan Maret ini kita dorong percepatan pembangunan dapur agar April-Mei sudah bisa beroperasi,” ujarnya, Selasa, 24/02/2026.

 

Pembangunan Capai 50 Persen

Ia menjelaskan, dapur SPPG dibangun di luar area utama lapas untuk memastikan operasional berjalan lebih leluasa serta memenuhi standar keamanan dan higienitas. Hingga saat ini, progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 50 persen.

Dalam pelaksanaannya, pihak lapas juga melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain memperoleh keterampilan, warga binaan juga akan menerima premi atas keterlibatan mereka.

“Pelibatan ini bagian dari konsep pemasyarakatan untuk membina dan memanusiakan manusia agar menjadi lebih baik,” jelasnya.

 

Salah Satu dari 27 UPT Terpilih

Lapas Wahai menjadi satu dari 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang ditunjuk mengembangkan dapur MBG. Jajaran lapas juga mengikuti pengarahan intensif secara virtual dari Mashudi selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Sebelumnya, Lapas Wahai telah melakukan studi tiru ke salah satu SPPG di Ambon guna mematangkan persiapan teknis dan manajerial.

Dalam arahannya, Mashudi menekankan pentingnya kolaborasi terstruktur antara lapas dan para mitra, termasuk koperasi pemasyarakatan, agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar.

“Program ini tidak hanya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. UPT yang telah ditetapkan agar segera mempercepat koordinasi dan pembangunan dapur paling lambat April,” tegasnya.

Pihak Lapas Wahai optimistis pembangunan dapur dapat rampung tepat waktu sehingga program MBG segera berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*")