Sikapi Isu MIP. KNPI SBB Gelar Dialog Dan Buka Bersama di Ambon

KNPI SBB Gelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Evaluasi MIP di Ambon

AMBON,EKSPRESSIMALUKU, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar kegiatan bertajuk “MIP Failed Buka Puasa Bersama dan Diskusi Pemuda SBB di Kota Ambon” di Graha Ambon Ekspres, Kota Ambon, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut mengusung tema “Evaluasi Gagalnya Maluku Integrated Port (MIP) di SBB dan Konsolidasi Pemuda untuk Arah Pembangunan Maluku yang Berkeadilan.” Forum ini menjadi ruang refleksi bersama sekaligus mempererat silaturahmi pemuda Seram Bagian Barat di bulan suci Ramadhan.

Ketua DPD KNPI SBB, Muhammad Fahrul Kaisuku, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Kabupaten Seram Bagian Barat sebelumnya diharapkan menjadi proyek strategis yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, meski hingga kini realisasi MIP di SBB belum terwujud, kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak dan konstruktif melalui dialog terbuka serta penguatan partisipasi publik.

“Kami memahami bahwa dinamika kebijakan pembangunan memiliki berbagai pertimbangan strategis. Namun sebagai bagian dari masyarakat, pemuda merasa penting untuk terus mengikuti, mengkaji, dan memberikan masukan agar arah pembangunan tetap sejalan dengan harapan masyarakat,” ujar Fahrul.

Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar membahas proyek yang belum terealisasi, tetapi menjadi momentum membangun kesadaran kolektif pemuda tentang pentingnya konsistensi perencanaan pembangunan dan pemerataan infrastruktur di Maluku, khususnya di SBB.

“Konsolidasi pemuda SBB sangat penting guna membangun gerakan kepemudaan yang solid dan terarah dalam mengawal pembangunan daerah,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, DPD KNPI SBB akan merumuskan dan menyampaikan rekomendasi resmi kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku. 

Rekomendasi tersebut merupakan hasil pemikiran kolektif pemuda dan akan disampaikan secara formal sebagai bentuk partisipasi aktif dalam proses pembangunan daerah.

Momentum Ramadhan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Kami percaya pembangunan adalah proses bersama. Pemuda siap menjadi bagian dari solusi, menjaga ruang dialog tetap terbuka, dan terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Muhammad Fahrul Kaisuku.

Diskusi tersebut diikuti oleh pemuda SBB yang berdomisili di Ambon, organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta sejumlah tokoh masyarakat. Para peserta menyampaikan pandangan dan aspirasi secara terbuka dan konstruktif.

Sejumlah poin penting yang mengemuka dalam forum antara lain pentingnya komunikasi publik yang lebih terbuka terkait arah pembangunan strategis daerah, perlunya evaluasi bersama terhadap dampak sosial dan ekonomi kebijakan pembangunan, serta penguatan peran pemuda sebagai mitra dialog pemerintah dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian konsolidasi pemuda menuju penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan Seram Bagian Barat dan Maluku yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan.(Memet).

1 Liked this post