Selfinus Kainama, SPd Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB)Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 di Kantor Sementara DPRD

DPRD SBB Gelar Paripurna: LKPJ 2025 Disampaikan, Pemkab SBB Akui Tekanan Fiskal dan Dorong Evaluasi Kinerja

KAIRATU,EKSPRESSIMALUKU,  Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD yang berlansung di Kantor Sementara Kairatu pada Selasa (07/04/2026).

Penyampaian LKPJ ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas, sekaligus sebagai instrumen evaluasi terhadap capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan selama satu tahun anggaran, di tengah keterbatasan kapasitas fiskal yang masih menjadi tantangan utama.

Sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, menegaskan bahwa LKPJ tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan politik kepada masyarakat.

Ia menyebut tahun 2025 sebagai fase awal periode pembangunan, sehingga arah kebijakan difokuskan pada penguatan fondasi pembangunan yang realistis dan berkelanjutan.

“Tahun 2025 merupakan fase awal pembangunan. Karena itu, seluruh kebijakan diarahkan untuk membangun dasar yang kuat menuju pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing berbasis potensi lokal,” tegasnya dalam sidang paripurna.

Secara umum, kinerja penyelenggaraan pemerintahan sepanjang 2025 dinilai berjalan cukup baik. Hal ini tercermin dari capaian indikator pembangunan, pelaksanaan program, hingga pengelolaan keuangan daerah yang relatif optimal meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Dari sisi keuangan, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp964,4 miliar dengan realisasi Rp918,4 miliar atau 95,23 persen. Capaian ini menunjukkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer berjalan cukup efektif, meskipun masih menyisakan ruang peningkatan.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp905,8 miliar dari total alokasi Rp1,03 triliun atau sebesar 87,72 persen. Angka ini mencerminkan pelaksanaan program pembangunan yang berjalan cukup baik, meski masih diwarnai kendala teknis dan administratif yang memengaruhi tingkat penyerapan anggaran.

Menurut Kainama, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara efektivitas program dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan serius, di antaranya keterbatasan fiskal, ketimpangan pembangunan antar wilayah, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pelayanan publik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta percepatan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.

Dalam forum itu, Pemkab SBB juga membuka ruang evaluasi dengan meminta masukan dan rekomendasi DPRD sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap kondisi daerah.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi kunci dalam memastikan pembangunan tetap berjalan efektif meski dihadapkan pada tekanan fiskal.

Menutup penyampaian, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada DPRD dan seluruh elemen masyarakat atas dukungan yang telah terbangun, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

LKPJ Tahun Anggaran 2025 secara resmi diserahkan kepada DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku, sebagai pijakan evaluasi dan arah perbaikan pembangunan ke depan.(Memet).

1 Liked this post