Community Access and Mobilization Advisor Yayasan IPAS Indonesia, Serlyeti Pulu, saat presentase membangun forum bersama dalam memperkuat penanganan kasus KTPA & KS. | Foto: EM

Dorong Forum Bersama, IPAS Ajak Pemda dan Masyarakat Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Yayasan IPAS Indonesia mengajak pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun forum bersama dalam memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ajakan tersebut disampaikan Community Access and Mobilization Advisor Yayasan IPAS Indonesia, Serlyeti Pulu, dalam kegiatan Lokakarya Multistakeholder Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Kekerasan Seksual di Hotel Lelemuku, Masohi, Kamis, 05/03/2026.

Serlyeti mengatakan penanganan kasus kekerasan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai sektor.

“Pertemuan seperti ini penting agar kita bisa saling bertukar pandangan dan mencari solusi terbaik dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di Maluku Tengah,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat hingga organisasi masyarakat sipil, sangat penting dalam membangun sistem perlindungan yang kuat.

Selain itu, IPAS juga mendorong keterlibatan media dalam mengangkat isu kekerasan berbasis gender secara lebih sensitif dan berperspektif korban. Menurutnya, pemberitaan yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi korban.

“Kami berharap media dapat membantu mengurangi kerentanan perempuan dengan menghadirkan pemberitaan yang tidak menyudutkan korban,” kata Serlyeti.

Ia menambahkan, IPAS akan terus mendorong pertemuan serupa secara berkala agar koordinasi antar lembaga semakin kuat dalam upaya mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku Tengah. (Fth)