Plt. Kadis Pendidikan Maluku Tengah, Husen Mukadar. | Foto: istimewa

Di Era Bupati Zulkarnain Awat Amir, Pendidikan Maluku Tengah Tembus Kategori “Tuntas Muda"

MASOHI,EKSPRESSIMALUKU,- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir, dunia pendidikan di daerah ini mencatatkan capaian bersejarah dengan berhasil menembus kategori “Tuntas Muda” dalam Rapor Pendidikan Tahun 2025.

Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses belajar, serta penguatan kualitas guru dan pembelajaran di seluruh wilayah Maluku Tengah,” tegas Bupati.

Capaian ini menjadi sejarah baru bagi Maluku Tengah. Untuk pertama kalinya daerah ini masuk dalam kategori Tuntas Muda, yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah tersebut.

Berdasarkan rilis hasil Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah mencapai angka 64,22, menempatkan daerah ini pada kategori Tuntas Muda.

Capaian tersebut juga menempatkan Maluku Tengah di posisi kedua tertinggi di Provinsi Maluku, setelah Kota Ambon.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri. Untuk pertama kalinya Maluku Tengah masuk kategori Tuntas Muda dalam indeks SPM pendidikan. Artinya layanan pendidikan kita semakin kuat dan menunjukkan tren yang sangat positif,” ungkap Mukadar kepada media ini, Selasa, 17/03/2026.

Meski demikian, Mukadar menegaskan bahwa Rapor Pendidikan bukan sekadar angka, tetapi menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

 

Literasi Meningkat, Numerasi Jadi Perhatian

Pada indikator literasi peserta didik, Maluku Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Nilainya mencapai 50,45 persen dengan kategori Sedang, meningkat 1,09 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 49,36 persen.

Namun pada kemampuan numerasi, capaian berada pada angka 42,78 persen dengan kategori Sedang, tetapi mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadikan peningkatan numerasi peserta didik sebagai salah satu fokus utama pembenahan pembelajaran di sekolah ke depan.

“Kita melihat literasi terus membaik, tetapi numerasi harus menjadi perhatian serius. Ke depan kita akan memperkuat pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa,” jelas Mukadar.

Kualitas Pembelajaran dan Iklim Sekolah Baik

Rapor Pendidikan juga menunjukkan kondisi pembelajaran yang semakin kondusif di Maluku Tengah.

Indikator kualitas pembelajaran mencapai 62,57 persen dengan kategori Baik, yang menunjukkan interaksi antara guru, peserta didik, dan materi pembelajaran berlangsung cukup efektif.

Sementara itu, iklim keamanan satuan pendidikan berada pada angka 70,89 persen dengan kategori Baik, yang menandakan lingkungan sekolah relatif aman dan nyaman bagi peserta didik.

Pada aspek iklim kebinekaan, capaian berada pada 64,01 persen dengan kategori Baik, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabar baik juga datang dari indikator iklim inklusivitas pendidikan, yang meningkat menjadi 56,6 persen, atau naik 2,31 poin dibandingkan tahun 2024.

 

Akses Pendidikan Semakin Luas

Dari sisi akses pendidikan, Maluku Tengah juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–15 tahun mencapai 99,25 persen, yang berarti hampir seluruh anak usia sekolah dasar dan menengah pertama telah mengakses pendidikan.

Sementara itu:

APS usia 5–6 tahun mencapai 86,24 persen

APS usia 16–18 tahun mencapai 83,33 persen

Kedua indikator ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.

“Ini baru langkah awal. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, kami optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah akan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi generasi masa depan daerah,” pungkas Mukadar.

Sumber: Kemendikdasmen RI, Rilis Rapor Pendidikan 2025