Bupati Maluku Tengah hadiri Budaya Ma'atenu di Negeri Pelauw. | Foto: Istimewa.

Budaya Ma'atenu di Negeri Pelauw, Zulkarnain: Simbol Semangat Laki-laki Matasiri Amalatu

PELAUW,EKSPRESSIMALUKU,- Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir didampingi istri dan Forkopimda Maluku Tengah, menghadiri kegiatan sakral di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, 06/11/2025.

"Hari ini kita semua telah menjadi saksi dari sebuah penampilan budaya yang luar biasa, Ma’atenu atau tarian Cakalele, warisan leluhur masyarakat Negeri Pelauw yang sarat makna tentang keberanian, kegagahan, dan kehormatan," Ungkap Zulkarnain dalam sambutannya.

Dalam hentakan kaki, ayunan parang, dan dentuman tifa yang menggema, penonton maupun pengunjung yang menyaksikan agenda tiga tahunan itu, tidak hanya melihat sebuah tarian, tetapi juga merasakan jiwa perjuangan dan harga diri orang Maluku yang tidak pernah padam.

"Ma’atenu bukan sekadar atraksi. Ini adalah simbol kebangkitan semangat laki-laki Matasiri Amalatu, semangat menjaga negeri, membela harkat, dan menghormati warisan budaya," ujarnya.

Tahun ini, Cakalele Ma’atenu tampil dengan wajah yang lebih segar, lebih menggugah sebab, beberapa hari sebelum pagelaran ini, anak-anak Negeri Pelauw telah menampilkan aksi Cakalele di Masohi, Ibukota Kabupaten Maluku Tengah, jelang puncak peringan HUT Ke-68 Masohi.

"Pertunjukan yang menggugah rasa bangga kita semua, bahwa generasi muda kini sedang menjemput kembali jati diri budayanya, menegakkan panji-panji warisan leluhur di tanah sendiri. Saya Bangga melihat bagaimana tradisi tidak hanya dijaga, tetapi juga dihidupkan kembali dengan semangat yang menyala," tandas Bupati.

Dikatakan, budaya seperti inilah yang menjadikan Maluku Tengah besar, bukan karena kekayaan alam semata, tetapi karena kekayaan jiwa dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui kesempatan itu, Zulkarnain juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Gubernur Maluku atas dukungan dan perhatian yang diberikan terhadap pengembangan budaya daerah, serta kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku yang turut menjadi mitra penting dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan di daerah ini.

Selain acara Ma'atenu, pada esok harinya juga ditampilkan Ma’amara Tenun atau tarian yang menampilkan keanggunan dan kehalusan tangan perempuan Matasiri Amalatu yang menyempurnakan semangat Ma’atenu. Dua tarian, dua jiwa, satu makna yaitu, kesetiaan dan kebanggaan terhadap tanah negeri tercinta.

"Mari kita jadikan budaya kita sebagai napas dalam setiap langkah pembangunan. Sebab sejatinya, kemajuan tanpa budaya hanyalah bangunan tanpa jiwa. Dengan budaya, kita tegak. Dengan persaudaraan, kita kuat," Tutup Bupati. (*)