Atraksi Silat Pedang pada Pukana 7 Syawal Larike.| Foto: BPKW XX

BP Kebudayaan Maluku Hadiri Perayaan Pukana Sebagai Upaya Pelestarian Tradisi

LEIHITUBARAT,EKSPRESSIMALUKU,- Perayaan 7 Syawal bertajuk “Pukana” kembali digelar meriah di Negeri Larike, Kabupaten Maluku Tengah, pada Jumat, 27/03/2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Maluku sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Perayaan Pukana merupakan tradisi adat masyarakat Negeri Larike yang dilaksanakan setiap tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus momentum mempererat silaturahmi antarwarga dalam semangat persaudaraan “orang basudara”.

Dalam pelaksanaannya, Pukana menampilkan berbagai atraksi budaya yang sarat nilai tradisi dan religius, seperti silat, silat pedang, serta seni bernuansa Islam yang mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar perayaan, Pukana juga dimaknai sebagai “jembatan hati” yang menyatukan masyarakat. Tradisi ini menjadi ruang berkumpulnya warga untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Kehadiran BP Kebudayaan Maluku dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Melalui perayaan ini, diharapkan nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat “orang basudara” semakin kuat, sehingga tradisi Pukana dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya dalam suasana yang rukun dan harmonis. (**)