Banda masih menyimpan jejak masa kolonial yang berpadu dengan landscape alam yang bikin betah

Berwisata Lengkap di Pulau Banda Bikin Betah? Buktikan Sendiri

BANDA,EKSPRESIMALUKU,- Keindahan alam dan kekayaan sejarah di Maluku, menjadikan salah satu Provinsi di timur Indonesia ini sebagai langganan para pelancong. Terutama di Kepulauan Banda yang masih menyimpan jejak masa kolonial yang berpadu dengan landscape alam yang memukau.

Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu, 20/07/2025, berikut 9 tempat yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

1.Rumah Budaya Banda Neira

 

Bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah Banda lebih dalam, Rumah Budaya Banda Neira bisa menjadi titik awal. Bangunan ini dulunya adalah rumah pribadi Des Alwi, sejarawan asal Banda sekaligus anak angkat Bung Hatta. Koleksi foto, artefak, dan dokumentasi sejarah di dalamnya menggambarkan masa penjajahan serta perjuangan kemerdekaan.

Lokasi: Nusantara, Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 07.00 – 18.00 WIT

Tiket masuk: Rp20.000

 

2.Benteng Belgica

 

Benteng Belgica adalah salah satu peninggalan kolonial Belanda yang berdiri kokoh di atas bukit di Banda Neira. Benteng ini dibangun dalam tiga tahap: Belgica I pada 1611, Belgica II pada 1660, dan Belgica III rampung pada 1667.

 

Dari atas benteng, pengunjung bisa menikmati panorama kota kecil Banda dan hamparan laut biru di sekelilingnya.

Lokasi: Kec. Banda, Maluku Tengah, Maluku

Jam operasional: 08.00 – 17.00 WIT

Tiket masuk: Rp20.000

 

3.Benteng Nassau

 

Benteng Nassau merupakan benteng pertama yang dibangun Belanda di Banda pada abad ke-17. Letaknya yang strategis mencerminkan pentingnya Banda sebagai sentra perdagangan rempah-rempah saat itu.

Lokasi: Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 24 jam

Tiket masuk: Gratis

 

4.Rumah Pengasingan Bung Hatta

 

Rumah ini menjadi saksi bisu masa pengasingan Mohammad Hatta oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1936–1942. Di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan Bung Hatta dan Sutan Syahrir, serta dokumen sejarah perjuangan kemerdekaan.

Lokasi: Jalan Hatta, Dwiwarna, Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 08.00 – 16.00 WIT

Tiket masuk: Mulai dari Rp20.000

 

5. Istana Mini Banda Neira

 

Dibangun oleh VOC, Istana Mini merupakan bangunan berarsitektur kolonial yang dulunya menjadi tempat tinggal pejabat tinggi Belanda. Kini, istana berusia lebih dari 400 tahun ini menjadi cagar budaya nasional.

Lokasi: Dwiwarna, Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 08.00 – 15.00 WIT

Tiket masuk: Gratis (donasi sukarela)

 

6.Gunung Api Banda

 

Gunung api aktif ini menjadi salah satu daya tarik petualangan di Banda Neira. Dari puncaknya, wisatawan dapat melihat lanskap Banda dari ketinggian, termasuk gugusan pulau dan lautan luas.

Lokasi: Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 24 jam

Biaya akses: Mulai dari Rp20.000

 

7.Pulau Nailaka

 

Pulau kecil tak berpenghuni ini menyuguhkan pasir putih bersih dan laut jernih. Cocok untuk piknik, berenang, atau sekadar menikmati matahari terbenam. Keindahan bawah lautnya juga menjadi magnet bagi penyelam.

Lokasi: Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 24 jam

Tiket masuk: Gratis

 

8.Pulau Hatta

 

Dinamai sesuai dengan tokoh proklamator Indonesia, Pulau Hatta atau Rozengain menjadi lokasi eksotis dengan hamparan pantai putih dan spot menyelam yang terkenal. Pulau ini juga merupakan lokasi pengasingan Bung Hatta selama masa kolonial.

Lokasi: Ujung timur Kepulauan Banda

Jam operasional: 24 jam

Biaya akses: Mulai dari Rp300.000 (sewa kapal)

 

9.Pulau Pisang (Pulau Syahrir)

 

Pulau kecil yang berlokasi tak jauh dari pusat Banda Neira ini menawarkan pengalaman menyelam yang menawan. Terumbu karang dan ekosistem lautnya masih terjaga, menjadikannya surga bagi pecinta snorkeling dan diving.

Pulau ini dikenal juga sebagai Pulau Syahrir, merujuk pada Sutan Syahrir yang kerap mengunjungi pulau tersebut selama masa pengasingannya.

Lokasi: Kepulauan Banda, Maluku Tengah

Jam operasional: 24 jam

Tiket masuk: Gratis

Sumber:erakini.id

1 Liked this post